Ankeruhr

Kalau berkunjung ke Austria, sempatkan melihat Ankeruhr alias Anker Clock di daerah Hoher Markt, Vienna ya.

Kalo London punya Big Ben, Genewa punya Horloge Fleurie (Flower Clock), dan Minang punya Jam Gadang (hihi, jaoh banget sih?), maka Vienna punya Ankeruhr yang tampil beda.

Ankeruhr dibangun seperti jembatan yang menghubungkan dua gedung
tua. Uniknya, kalo jam yang lain menganut metoda rotasi, Ankeruhr malah
memakai sistem geser. Lho? Kok bisa?

Lanjut..

March 20, 2007. Coretan. 3 Comments.

Pindah Juga Ah..

AkhiMovingr2 ini banyak nemuin blog temen2 yang pada pindah..

Hemm… akhirnya… bukan latah, tapi emang kyknya perlu space lebih utk berkreasi, plus di frenster emg banyak "iklan" yg kadang bikin mata agak… yah begitulah… so..

We’re moving! Ke sini nih..
Actually it will take a few days..(or weeks? or months?? Hihi)  for the new space to be re-build (ga "build" sih,cuma nambah2in yg ada). But it’s official now…ihihi (sok nyeleb). It’s going to be set up just the way we want it..

Sampe ketemu lagi di Rumah Baru kami.. :)

January 29, 2007. Uncategorized. No Comments.

Turn Back Time

I wish I could turn back time
People say, it makes us stronger to go thru it
but I just wish I could turn back time….

I can still remember it like it was yesterday
We were sitting there in your bed.. with the stories and the tears

Or in one day
We had some stupid fight just like the other day
We hurt each other with unconscious words

But there wer days
We laugh till our stomach aches
We shared much memories

Why do people understand the importance of things after they lose them one day?

O, friends..
I wish I could turn back time

(Heeee..gara2 message se2orang dari pghuni PD5, jadi inget temen2 di Pandega Duksina 5 : Asri, Gina, Ina, Alm.Sita, Kak Olly, kak Ifah, Kak Devi, Tyas, Anthus, Kak Mona, Kak Evi, Wul Wul, Hasna, Kak Anne n Gank, Kiki n Gank, dan tetua2 PD5 yg lain)
 

January 9, 2007. Friends. No Comments.

.: Lamunan, dan Catatan St. Polten

Humm..5 januari ya?
Jadi inget sesuatu..

HFiuuuhh….

..
..
..

Btw, lg sendirian di rumah nih… skrg pukul 22.07
Si abang lagi dinner di rumah pak Agus Suhartono bersama rombongan sirkusnya
Kenapa aku ga ikut aja yak?

Cape.. tadi ke Wina coret, St. Polten..
Menghadiri pemakaman suami mbak Ita, Willy
Bunga

tanah

peti mati

air mata keluarga

lirih doa pengantar

tawa getir

… campur jadi satu

Well, meski cape, cukup menyenangkan
bersama ibu-ibu heboh yang nyetir gila2an
hingga nyasar
nyasar ke hutan
nyasar ke bukit
jalan gelap gulita
berbagi cerita
ttg keluarga di rumah, anak2, geguyon..

ampir ditabrak mobil 2x, teriak histeris
lalu terdiam

… ssshh..silent


lalu heboh lagi!

ah, ibu-ibu….:P

January 5, 2007. Uncategorized. 2 Comments.

.: Mengenang Ta

Sita
Dila"Mengenang Ta dengan tersenyum"
, itu semboyan yang kutulis dengan Font Arial,huruf kapital, Size 48, dicetak tebal, dan digarisbawah! Kutanam dihatiku, diotakku, disudut2 jiwaku agar saat ku sendiri, aku tetap bisa tersenyum sambil mengenangnya, mengingat semua tawa dan canda, semua masa2 gila yg pernah kita lewati bersama.Karena Ta dah banyak memberi warna dalam hidupku, bahkan dalam hidup banyak orang. Begitu bnyk yg menyayangi Ta memang..

Tapi hari ini, sekali lagi… aku kalah,Ta

Membaca friendstermu yg masih diupdate sesekali oleh "Lonely" Joe (moga luka beliau pun segera "disembuhkan" oleh dirinya sendiri), membaca pesan2 dari sahabat2 yang merindukanmu, membaca bagaimana kau menggambarkan diri di profilemu… aku tersenyum, seolah aku benar2 melihatmu yang sedang bercerita. Aku tersenyum (itu perintah dr semboyan yg kutulis di memoriku kan?), namun masih kurasakan mataku berkaca-kaca…Ah, Tuhan, berlebihankah aku masih spt ini mengenangnya? (Stop… penulis mau menghirup udara segar dulu, katanya udara segar baik utk hati yg luka (???) )

Ahem!Ternyata ga sampe berderai-derai. Aku dah tersenyum lagi nih! Hemm…kadang aku berpikir (haha…jadi inget kalo aku dah banyak komentar ttg sesuatu, Sita selalu nyela dg bilang "Dasar tukang analisa!"),sudah utk kesekian kali aku mengalami perpisahan dengan bbrp org yg dekat dikarenakan El-Maut. Sahabat, maupun keluarga. Tapi kepergian Sita, memberikan efek yg cukup mengagetkan tentang diriku sendiri. Kenapa aku bisa kehilangan dia sampai spt ini?
Coba kutulis daftar analisaku (ah, sebodo, Ta dah ga akan nyela kalo aku nganalisa lagi kan, Ta?) :

 

1. Kepergiannya mmg mendadak, kecelakaan, terakhir bertemu adalah saat aku mengantarnya mudik lebaran, saat itupun dia bnyk diam

2. Masih ada rencana2 yg ingin kami lakukan bersama nanti

3. Saat2 terberatku, yang juga menjadi saat2 terakhir bersamanya, dimana Ta selalu ada utk mensupportku

4. Ta adalah salah satu orang yg membuatku lebih terbuka, lebih berani, lebih jujur pada diriku sendiri, dan mengajariku hak dan kewajiban menjadi dan memiliki sahabat, "menohokku" dengan kata2nya yg tajam dan  tepat sasaran saat aku kacau dan ngaco

5. Yang paling membuatku heran,aku kadang nelangsa utk kembali lagi ke Jogja, karena takut merasa akan sangat sepi tanpa Sita. Aku "berani" mengambil langkah tinggal di Jogja dg suami tanpa takut kesepian salah satunya adalah karena hadirnya Sita di sana. Sita pun berencana utk jadi ibu2 Jogja dg menikah dg den baguse Jogja juga (halah..opo maneh, kuwi? berani nikah dg wong Jogja kok niatnya krn ada temennya di Jogja? Dah ga betul itu! Hihi….ihikss…)

Entah ah, ngapaain dianalisa? GA PENTING! (Like she used to say)

Yang jelas, ada salah satu dinding yang bolong di hati ini karena kehilangan Ta, yang tetap berusaha ditambal dari hari ke hari.Bukan ga ikhlas akan perginya Sita… tapi… huff… dia begitu "hidup", begitu rame, begitu penuh semangat, begitu bersahabat. Wajar dong, sampe skrg aku masih begitu kangen dgnnya? (Semua org yg kenal dg Ta mgkn masih kangen suara nyaringnya kan?)

 

Well, good people die young mungkin benar. Allah dah begitu rindu utk bertemu Ta… Jadi, semoga kau tenang disana, di tempat yang terbaik.

 

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Al Fatihah utk Sita…

December 22, 2006. Uncategorized. 1 Comment.

.: Potret Negeri

Ya Allah…
Ada apa dg Indonesiaku? Ada apa dengan negeri itu?

Kenapa yg berpoligami, knp yg berusaha tetap berada di jalan-Mu meski berat dicoba, kenapa yg berusaha jujur dan berupaya keras membentuk keluarga sakinah dalam jalan yang tidak biasa bagi budaya negeri Indonesia malah dicaci? Dihujat? Ditinggalkan?

Kenapa yg berzina, yang berteriak membuka aib diri sendiri dan menyengsarakan keluarga, malah diangkat popularitasnya? Muncul sebagai bintang? Disimak? Dilihat?  Dicari? Disorot? Di……. Ah, entahlah. Terlalu sedih.

Padahal Allah mungkin memberi pelajaran dan hikmah lewat dua kisah yg muncul hampir bersamaan ini.

Tiada kata lain saat membaca berita2 itu : sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih sedih

December 17, 2006. Uncategorized. 4 Comments.

.: Met Jalan Ta Sayang

dari blog Asri : http://greenpeace.blogs.friendster.com/welcomeyoure_in_my_blog/

Kepada Sahabatku

Baru Kemarin
Kita melangkah berdua
Bermimpi bersama
Mengejar cita-cita bersama
di Jogjakarta

Baru kemarin
Kita tertawa bersama
Bercerita bersama
Di kamarmu
Menceritakan cintamu
Citamu
Hidupmu
Dan hamster kita

Baru kemarin
Seperti baru kemarin ta…

Teringat saat kita mengaji bersama di TPA
Teringat saat kita berangkat sekolah bersama
Teringat saat kita kuliah ke Jogja bersama
Teringat saat kita tinggal sekamar berdua
Teringat saat kita nyari makan bersama
Teringat saat kita masak beramai-ramai

Sita yang rame
Sita yang baik
Sita yang penolong

Dalam tidur panjangmu sekarang
Semoga Allah menempatkan mu di tempatNya yang terbaik

Demi jejak langkah yang telah kita lalui bersama
Demi waktu yang telah kita lampaui berdua
Demi kenangan tentangmu yang terukir indah di hatiku
Kuucapkan selamat jalan
Tidurlah dengan tenang di sisiNya

Sita

Mengenang Sahabatku

Nursita Suci Harini

(10 November 1983 - 28 Oktober 2006)

================================================================

Rasanya baru kemarin, Ta…

Gambaran perjalanan dan "perjuangan" kita muncul seperti potongan-potongan slide di kepalaku. Lalu buram, dan pecah jadi air mata

Ah, Ta..

3 bulan masa tersulitku kemarin, Ta selalu menemani

Ta jadi tempat Dila menumpahkan air mata

sama seperti dulu

Benar kata Asri, hanya doa yg bisa kami panjatkan. Moga Ta di tempat yang terbaik. Teman-teman bilang Ta begitu damai, tenang, putih, bersih dan cantik saat pergi.

Terima kasih, Sita tersayang..

October 31, 2006. Uncategorized. 1 Comment.

.: Tribute to Mother and to all mother-to-be

By : Sami Yusuf

Blessed is your face
Blessed is your name
My beloved
Blessed is your smile
Which makes my soul want to fly
My beloved
All the nights
And all the times
That you cared for me
But I never realised it
And now it’s too late
Forgive me

Now I’m alone filled with so much shame
For all the years I caused you pain
If only I could sleep in your arms again
Mother I’m lost without you

You were the sun that brightened my day
Now who’s going to wipe my tears away
If only I knew what I know today
Mother I’m lost without you

Ada kerinduan saat mendengar lagu ini, entah kerinduan akan apa….

September 26, 2006. Uncategorized. No Comments.

.: Selamat Jalan, Kiki

Kk

Jumat, 22 September 2006

Selamat Jalan, "adik" tersayang…

manusia mmg tidak bisa memilih takdirnya

manusia hanya bisa berusaha dan berusaha selagi diberi usia

namun jika waktu tlah sampai batasnya

tak ada yang mampu menghindar

tak jua berguna sebuah tanya, "kenapa?"

Betapa kecil manusia

Betapa tak berdayanya manusia

dalam kuasa penciptanya

Allah..Allah..Allah..

(Untuk Kiki, sepupuku yang "pergi" saat Ramadhan baru akan datang.. Kiki di usia 20, yang baru kutemui lagi 4 bulan lalu stlh bertahun2 tidak bertemu. Kiki yang dilarang mengendarai motor, namun malah meninggal karena tabrakan saat dibonceng temannya. Kiki, anak tunggal dari pasangan Om Latief dan Tante Asiah–moga mereka diberi kelapangan dan kesabaran dalam menerima cobaan ini…..)

September 24, 2006. Uncategorized. 1 Comment.

.: Suamiku dan Masakan

Saat ini hampir setiap hari aku mengenangnya…Dua minggu pertama pertemuan kami sebagai suami-istri. Dua minggu yang kulewati dengan sikap yang biasa-biasa saja, bahkan mungkin terkesan "cuek" (huehehe..maafkan aku, suamiku). Toh nanti akan ketemu lagi, pikirku waktu itu. Ke"cuek"an yang sangat kusesali karena..andai kutahu saat ini akan seperti ini.. Ups! Stop! Ga ada gunanya menyesal.

Dua minggu yang berharga. Saat-saat pertama mengenalnya sebagai seseorang yang akan menjadi bagian hidupku hari ini dah besok. Salah satu kenangan yang kadang membuatku tersenyum adalah saat pertama kali aku memasak untuknya. Malam sebelumnya aku menanyakan padanya masakan seperti apa yang dia suka.. Dan suamiku ga mengatakan masakan tertentu, hanya saja, dia kurang suka masakan yang terlalu terasa penyedap dan garamnya. Wew..beban juga nih. Pas atau enggaknya rasa kan beda-beda untuk tiap orang. Banyak sedikit itu kan relatif. Gimana dooong…???

Esoknya, mama dan nenek yang biasa memberi instruksi dan menemani kalau aku masak pun "cuci  tangan"..walah…aku dikerjai kayaknya. Ya udah, nekad masak! Aku ga begitu ingat masakan apa aja, yang jelas ada cumi, bakwan jagung…sayurnya aku dah lupa sayur apa..hehe.. (Mas ingat ga?).

Ragu-ragu kumasukkan garam dan penyedap (emg aku ga begitu suka penyedap yang banyak, tapi kalo ditambah note dari suami, kok rasanya mental makin diuji). Kurang ga? Atau dah kebanyakan? Aduh..rasanya gimana nanti.. Dicicip kok aku ragu ini rasa apa? Lidahku mati rasa. Ah! Masakan hancur ya beli! Wekekekek…

Taraaa!!! Masakan jadi.

Deg2an waktu pertama suami menyuap makanan ke mulutnya. Serasa ada adegan lambat di depanku. Deg..deg..deg… Dia diam. Terus makan dengan lahap. Humm…apa enak ya? OK, ternyata aku lumayan juga urusan masak kok (mode banggain diri : ON).

"Wah! Hambar!!!" suara mama meruntuhkan senyumku. Disusul dengan protes papa. Kucicip. Hambar. Cumi hambar? Kebayang ga sih?

Tapi kutoleh suamiku. Tetap makan dengan lahap. Seakan tak perduli komentar2 barusan, suamiku terus menyendok nasi ke mulutnya. Seakan itu makanan paling enak yang pernah disantapnya. Nyessss… malu dihatiku seperti dihapuskan melihatnya. Lambat-lambat kusendokkan nasi dan cumi ke mulutku. Manis..gurih..campur jadi satu. Rasa yang diberikan suamiku hari itu.

September 19, 2006. Familiy. 8 Comments.

Older Entries